Jumat, 12 Agustus 2016

BUMBU REMPAH DI INDONESIA



BUMBU & REMPAH DI INDONESIA SERTA MANFAATNYA

D
I
S
U
S
U
N

OLEH
KELOMPOK III

1.        AHMAD ANSYARI
2.        AINUL YAKIN
3.        FATMA MAUDY SAPUTRI
4.        JUNAIDI
5.        KHADIJAH HIDAYATI
6.        KINTAN SARI



SMAN 13 BANJARMASIN



Bumbu Dapur biasanya digunakan dalam masakan sehari - hari masyarakat Indonesia yang beragam. Berikut aneka Rempah dan bumbu – bumbu masakan Indonesia :
1.                  Lengkuas
Lengkuas dapat memberikan rasa segar dan harum pada masakan. Namun lengkuas juga bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan zat aktif galangol, alonin dan resin dalam lengkuas dapat digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mengatasi diare, perut kembung dan demam
2.                  Bawang Merah
bawang merah digunakan untuk memberikan cita rasa yang khas dan menambah rasa gurih. Kandungan nutrisi bawang merah cukup kaya. Dalam bawang merah terdapat vitamin E,vitamin K, kalsium,zat besi,magnesium,fosfor,kalium, natrium dan zink. Konsumsi secara teratur dapat menghindarkan dari kekurangan unsur vitamin dan mineral. Selain itu, bawang merah juga mengandung tolbutomid yang membantu mengontrol gula darah dalam hati, mengatur pelepasan insulin dan mencegah gangguan yang dapat mempengaruhi produksi insulin dalam tubuh.

3.                  Ketumbar
Penggunaan ketumbar dapat memberikan aroma yang segar dalam masakan. Selain itu, ketumbar juga dimanfaatkan untuk memperlancar pengeluaran gas dalam saluran pencernaan, merangsang nafsu makan (stimulan). Serta mengobati rasa pusing dan mual.
4.                  Kemiri
Kandungan minyak dalam kemiri dapat menambah rasa gurih pada masakan. Biji kemiri juga memiliki efek laksatif atau pencahar. Selain itu, berkhasiat untuk meningkatkan kesegaran tubuh (stimulan) dan sebagai sudorifik atau peluruh keringat.
5.                  Kunyit
Kunyit digunakan untuk memberi warna kuning alami pada masakan. Kunyit dikenal memiliki aktifitas antimikroba, antiradang dan antivirus. Selain itu, kunyit berpotensi meningkatkan jumlah antioksidan dalam tubuh. Kandungan kurkumin atau senyawa fenolik alami pada kunyit bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh.
6.                  Daun Jeruk
Daun jeruk yang sering ditambahkan dalam masakan adalah daun jeruk purut. Daun jeruk purut digunakan sebagai penyedap rasa dan dapat memberikan aroma khas pada masakan yang dapat menggugah selera. Tahukah anda bahwa daun jeruk purut juga dapat mengatasi badan lelah sesudah bekerja atau letih sehabis sakit berat. Anda cukup merebus 2 genggam daun jeruk purut segar ke dalam 3 liter air sampai mendidih (selama 10 menit). Tuangkan ramuan tersebut ke dalam satu ember air hangat dan gunakan untuk mandi.

7.                  Daun Salam

Aroma daun salam sangat khas. Penambahan daun salam dalam masakan dapat memberikan rasa gurih. Selain itu, daun salam juga berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah, mengobati diare, mengatasi maag, diabetes, dan asam urat. Kandungan flavonoid dalam daun salam juga berkhasiat sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas, anti-inflamasi, antialergi, antivirus dan antikarsinogenik.
8.                  Serai

Masakan yang menggunakan serai akan tercium lebih harum. Kandungan minyak esensial dalam serai dapat memperkuat dan meningkatkan fungsi sistem saraf. Minyak tersebut juga dapat memberikan efek yang menghangatkan, melemaskan otot dan meredakan kejang-kejang.
9.                  Bawang Putih
Bawang putih memberikan aroma wangi yang khas pada masakan. Agar aroma yang keluar lebih harum, sebaiknya bawang putih dimemarkan beserta kulitnya, lalu dicincang atau dihaluskan. Senyawa aktif dalam bawang putih yang dihancurkan memiliki sifat antibakteri dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Kandungan senyawa alicin dalam bawang putih juga berfungsi sebagai antioksidan dan dapat mengurangi kadar asam urat.
10.              Jahe
Jahe berasa hangat dan beraroma tajam. Jahe dapat  menetralkan bau amis dari ikan atau daging. Tahukah anda bahwa sifat khas jahe timbul karena adanya kandungan minyak atsiri dan oleoresin. Minyak atsiri berperan untuk menimbulkan aroma pedas pada jahe, sedangkan oleoresin berperan dalam menimbulkan rasa pedas. Jahe seringkali digunakan sebagai obat rematik karena kandungan gingerol dan rasa hangat yang ditimbulkan membuat pembuluh darah terbuka dan memperlancar sirkulasi darah. Alhasil, suplai makanan dan oksigen menjadi lebih baik sehingga nyeri sendi akan berkurang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar