BUMBU & REMPAH DI INDONESIA SERTA
MANFAATNYA
D
I
S
U
S
U
N
OLEH
KELOMPOK III
1.
AHMAD ANSYARI
2.
AINUL YAKIN
3.
FATMA MAUDY SAPUTRI
4.
JUNAIDI
5.
KHADIJAH HIDAYATI
6.
KINTAN SARI
SMAN 13 BANJARMASIN
Bumbu
Dapur biasanya digunakan dalam masakan sehari - hari masyarakat Indonesia yang
beragam. Berikut aneka Rempah dan bumbu – bumbu masakan Indonesia :
1.
Lengkuas
Lengkuas dapat memberikan
rasa segar dan harum pada masakan. Namun lengkuas juga bermanfaat bagi
kesehatan. Kandungan zat aktif galangol, alonin dan resin dalam lengkuas dapat
digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mengatasi diare, perut kembung
dan demam
2.
Bawang
Merah
bawang
merah digunakan untuk memberikan cita rasa yang khas dan menambah rasa gurih. Kandungan
nutrisi bawang merah cukup kaya. Dalam bawang merah terdapat vitamin E,vitamin K,
kalsium,zat besi,magnesium,fosfor,kalium, natrium dan zink. Konsumsi secara teratur
dapat menghindarkan dari kekurangan unsur vitamin dan mineral. Selain itu,
bawang merah juga mengandung tolbutomid yang membantu mengontrol gula darah
dalam hati, mengatur pelepasan insulin dan mencegah gangguan yang dapat
mempengaruhi produksi insulin dalam tubuh.
3.
Ketumbar
Penggunaan
ketumbar dapat memberikan aroma yang segar dalam masakan. Selain itu, ketumbar
juga dimanfaatkan untuk memperlancar pengeluaran gas dalam saluran pencernaan,
merangsang nafsu makan (stimulan). Serta mengobati rasa pusing dan mual.
4.
Kemiri
Kandungan
minyak dalam kemiri dapat menambah rasa gurih pada masakan. Biji kemiri juga
memiliki efek laksatif atau pencahar. Selain itu, berkhasiat untuk meningkatkan
kesegaran tubuh (stimulan) dan sebagai sudorifik atau peluruh keringat.
5.
Kunyit
Kunyit
digunakan untuk memberi warna kuning alami pada masakan. Kunyit dikenal
memiliki aktifitas antimikroba, antiradang dan antivirus. Selain itu, kunyit
berpotensi meningkatkan jumlah antioksidan dalam tubuh. Kandungan kurkumin atau
senyawa fenolik alami pada kunyit bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan
tubuh.
6.
Daun
Jeruk
Daun
jeruk yang sering ditambahkan dalam masakan adalah daun jeruk purut. Daun jeruk
purut digunakan sebagai penyedap rasa dan dapat memberikan aroma khas pada
masakan yang dapat menggugah selera. Tahukah anda bahwa daun jeruk purut juga
dapat mengatasi badan lelah sesudah bekerja atau letih sehabis sakit berat.
Anda cukup merebus 2 genggam daun jeruk purut segar ke dalam 3 liter air sampai
mendidih (selama 10 menit). Tuangkan ramuan tersebut ke dalam satu ember air
hangat dan gunakan untuk mandi.
7.
Daun
Salam
Aroma daun salam sangat khas. Penambahan daun salam dalam masakan dapat memberikan rasa gurih. Selain itu, daun salam juga berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah, mengobati diare, mengatasi maag, diabetes, dan asam urat. Kandungan flavonoid dalam daun salam juga berkhasiat sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas, anti-inflamasi, antialergi, antivirus dan antikarsinogenik.
8.
Serai
Masakan
yang menggunakan serai akan tercium lebih harum. Kandungan minyak esensial
dalam serai dapat memperkuat dan meningkatkan fungsi sistem saraf. Minyak
tersebut juga dapat memberikan efek yang menghangatkan, melemaskan otot dan
meredakan kejang-kejang.
9.
Bawang
Putih
Bawang
putih memberikan aroma wangi yang khas pada masakan. Agar aroma yang keluar
lebih harum, sebaiknya bawang putih dimemarkan beserta kulitnya, lalu dicincang
atau dihaluskan. Senyawa aktif dalam bawang putih yang dihancurkan memiliki
sifat antibakteri dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Kandungan senyawa
alicin dalam bawang putih juga berfungsi sebagai antioksidan dan dapat
mengurangi kadar asam urat.
10.
Jahe
Jahe
berasa hangat dan beraroma tajam. Jahe dapat menetralkan bau amis dari ikan atau daging.
Tahukah anda bahwa sifat khas jahe timbul karena adanya kandungan minyak atsiri
dan oleoresin. Minyak atsiri berperan untuk menimbulkan aroma pedas pada jahe,
sedangkan oleoresin berperan dalam menimbulkan rasa pedas. Jahe seringkali
digunakan sebagai obat rematik karena kandungan gingerol dan rasa hangat yang
ditimbulkan membuat pembuluh darah terbuka dan memperlancar sirkulasi darah.
Alhasil, suplai makanan dan oksigen menjadi lebih baik sehingga nyeri sendi
akan berkurang.